Kabupaten Majene di Provinsi Sulawesi Barat memang dikenal lebih mengandalkan potensi wisata alamnya, terutama pantai. Akan tetapi, obyek tujuan wisata yang ada di kabupaten dengan populasi penduduk sebesar 138.825 jiwa ini ternyata tidak hanya pantai saja. Masih terdapat sejumlah obyek wisata lain, salah satunya adalah Makam Syekh Abdul Manan.
Menurut catatan sejarah, Syekh Abdul Manan merupakan orang yang pertama kali mensyiarkan ajaran Islam ke Majene, Sulawesi Barat. Islam diperkirakan mulai memasuki wilayah Sulawesi Barat, termasuk Majene, pada abad ke-16 Masehi. Oleh orang Majene, Syekh Abdul Manan diberi gelar To Salamaq di Salabose.
Berkat jasa Syekh Abdul Manan dan para pendakwah ajaran Islam yang lain, sebanyak 83% penduduk Sulawesi Barat memeluk agama Islam. Jejak-jejak sejarah yang masih dapat ditemui tentang Syekh Abdul Manan adalah tempat peristirahatan terakhirnya, yaitu Makam Syekh Abdul Manan yang berada di Salabose, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Makam Syekh Abdul Manan diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Kompleks Makam Syekh Abdul Manan dibangun di daerah perbukitan, tepatnya di tempat yang dikenal dengan nama Puncak Poralle Salabose. Total luas area yang digunakan untuk membangun kompleks makam Syekh Abdul Manan adalah sekitar 1 hektar.
Makam Syekh Abdul Manan masih sering dikunjungi oleh para peziarah yang datang dari wilayah Majene, bahkan juga dari luar wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Makam Syekh Abdul Manan akan semakin dipadati pengunjung menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada perayaan hari-hari besar agama Islam.